Mungkin ada yang bertanya kenapa saya memilih align left atau tulisan rata kiri saat menulis di semua blog saya (kalau tidak ada, biarlah saya sendiri yang bertanya :p). Mengapa tidak menulis rata kiri kanan pada blog? Kan tampilannya lebih menarik, lebih rata begitu… Hal itu tidak saya lakukan disini karena ada satu alasan tersendiri.
Saya dulu saat menulis di buletin kampus juga bertanya kepada sang editor, mengapa buletin dan koran kampus tidak ditulis rata kiri-kanan? Pikir saya, persis dengan yang telah saya tuliskan diatas. Namun sang editor tenang-tenang saja, hanya tersenyum dan memandang saya. Saya malah kebingungan dilihat begitu, wah-wah jangan-jangan dia naksir saya? :p
Dalam membaca suatu artikel yang panjang, dibutuhkan kekuatan mata yang stabil juga. Gerak bola mata yang tidak stabil, bisa menyebabkan mata cepat lelah. Nah masalahnya, apabila mata lelah, artikel yang panjang tidak bisa dibaca habis sekaligus. Pada akhirnya ilmu yang diserap juga hanya separuh saja.
Apa hubungannya rata kiri, rata kiri-kanan, dengan mata lelah?
Begini analisanya… Rata kiri kanan seringkali memaksa satu kalimat untuk menjadi satu baris penuh. Apabila tidak penuh, maka digantikan dengan jarak per kata direnggangkan tidak beraturan. Jadi kira-kira tulisannya akan seperti ini:
…tips menulis yang baik hendaknya diperhatikan oleh setiap blogger, karena dengan tulisan yang baik, mudah dimengerti, dan tentunya mudah dibaca, akan menjadi nilai lebih bagi penulis maupun pembaca. Penulis menjadi lebih berpengalaman, sedangkan pembaca bisa merasa puas dengan tulisannya…
Anda bisa melihat perbedaannya bukan? Mungkin bila sekilas sama saja, namun apabila itu merupakan artikel yang sangat panjang, bisa menyebabkan mata cepat lelah. Bola mata dipaksa meloncat-loncat dengan kekuatan yang berbeda-beda setiap akan membaca kata selanjutnya.
Meskipun dengan menulis rata kiri yang tidak menarik bila dipandang sekilas, namun bola mata sang pembaca bisa menghemat energi dalam membaca artikel yang panjang. Saya mengetahui informasi ini bukan dari isapan jempol belaka, namun sang editor koran kampus tersebut mengatakan bahwa sudah ada penelitian tentang ini.
Saya tidak menyuruh Anda menulis dengan format rata kiri seperti saya, itu semua kan selera masing-masing. Disini saya hanya memaparan pengetahuan saya, yang mungkin belum Anda ketahui. Bagaimana pendapat Anda?
Kata kunci untuk menemukan artikel ini:
tips menulis di wordpress (5), cara menulis artikel di koran (5), cara menulis di wordpress (4), perbedaan buletin dan koran (2), tips menulis artikel koran (2), tips menulis blog pribadi (2), cara menulis rata kanan kiri di wordpress (2), cara menulis dengan baik dan mudah (2), cara menulis buletin (2), tips membuat buletin kampus (1)Artikel yang "mungkin" berhubungan:
{ 7 comments… read them below or add one }
ooh jadi ngerti deh..walopun udah milih rata kiri tapi belum tau dampaknya ternyata lebih enak buat mata yang baca..plok..plok..plok..tepuk pramuka!!!
Hehe.. iya mas..
plok plok tepuk opo iki?
good post
thanks…
Good ….
jadi tambahan ilmu nih….thanks
sama-sama mbak
semoga bermanfaat….
haha beruntung saya termasuk yang rata kiri.. tosss !!!
{ 1 trackback }